HALBAR, Corongpublik// Banjir dan longsor kembali menguji ketangguhan warga Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Bencana yang dipicu hujan deras ini menyebabkan kerusakan infrastruktur vital, merusak rumah warga, serta memutus akses antar desa, meninggalkan kekhawatiran dan duka di tengah masyarakat.
Peristiwa banjir dan longsor terjadi sejak Selasa hingga Rabu malam, dengan puncak kejadian pada Rabu sekitar pukul 23.00 WIT hingga Kamis dini hari pukul 05.20 WIT. Curah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut tanpa henti, membuat sungai meluap dan lereng perbukitan runtuh.
Warga Galela Utara, Bahadar Bakali, menyampaikan bahwa bencana ini berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Selain merusak fasilitas umum, banjir dan longsor juga mengancam permukiman warga yang berada di bantaran sungai dan kaki gunung.
Di Desa Tutumaloleo, derasnya arus banjir merusak Jembatan Lapi yang menjadi jalur penghubung utama warga. Sedikitnya empat unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan akibat terjangan air. Meski demikian, seluruh warga setempat dipastikan dalam kondisi selamat.
Kerusakan lebih parah terjadi pada Jembatan penyeberangan Kali Aru. Jembatan tersebut rusak berat sehingga akses menuju Desa Limau terputus total, menghambat aktivitas warga serta distribusi logistik.
Tak hanya banjir, longsor juga terjadi di kawasan Gunung Wonge. Material tanah menutup badan jalan dan membuat jalur transportasi tidak dapat dilalui. Hingga kini, upaya pembersihan masih terus dilakukan oleh warga bersama dibantu oleh TNI Polri.
Di Desa Limau, longsor menimpa Masjid Nurul Fatah dan sebuah rumah milik warga bernama Halik. Selain itu, dapur rumah warga atas nama Lam dilaporkan hanyut terseret arus banjir, menambah daftar kerusakan yang dialami warga.
Banjir juga merendam sejumlah permukiman di Desa Limau, tepatnya di RT 1, RT 2, RT 3, dan RT 5. Air menggenangi rumah-rumah warga, memaksa sebagian keluarga menyelamatkan barang berharga dan mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam bencana tersebut. Namun, kerugian material masih dalam proses pendataan, sementara warga berharap adanya bantuan dan percepatan pemulihan agar kehidupan dapat kembali berjalan normal.
__Tim/Red__




