Jalan Rusak Paksa Warga Loloda Tengah Bertaruh Nyawa di Laut Jelang Natal

48
Ketua DPC GPM Halmahera Utara, Maikel Flory

HALBAR, Corongpublik// Momentum Natal yang seharusnya membawa sukacita justru berubah menjadi duka bagi warga Kecamatan Loloda Tengah, Kabupaten Halmahera Barat. Tujuh warga Desa Barataku dilaporkan terombang-ambing di laut selama kurang lebih lima jam setelah terpaksa menempuh jalur laut akibat rusaknya akses jalan darat, Senin (29/12/2025).

Insiden tersebut terjadi saat warga hendak melakukan perjalanan menjelang perayaan Natal. Buruknya infrastruktur jalan darat memaksa mereka memilih jalur laut yang berisiko tinggi, hingga akhirnya mengalami kecelakaan laut yang nyaris merenggut nyawa.

Ketua GPM Halmahera Utara, Maikel Flory, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, beberapa warga dilaporkan mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan medis.

Maikel menegaskan, kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa persoalan infrastruktur di Loloda Tengah sudah berada pada tahap darurat. Menurutnya, kerusakan jalan bukan lagi sekadar masalah pembangunan, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan warga.

“Kerusakan infrastruktur, khususnya jalan darat, bukan hanya persoalan teknis. Ini sudah menyangkut nyawa manusia dan tidak boleh terus diabaikan,” tegas Maikel kepada Corongpublik.

Ia menjelaskan, selama ini warga Desa Barataku sangat bergantung pada jalur laut karena kondisi jalan darat yang rusak parah dan belum mendapatkan penanganan serius dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat.

Selain infrastruktur jalan, Maikel juga menyoroti kondisi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut. Keberadaan Puskesmas Loloda Tengah yang diharapkan menjadi solusi pelayanan kesehatan dinilai belum maksimal akibat keterbatasan fasilitas.

“Masyarakat sempat berharap besar dengan adanya puskesmas, tetapi kenyataannya fasilitas tidak memadai. Pasien tetap harus dirujuk ke RSUD Tobelo. Ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah,” pungkas Maikel.

—Tim/Red—