HALUT, Corongpublik// Gereja Jemaat Imanuel Gamsungi yang ditetapkan sebagai Gereja Pusat Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) resmi digunakan setelah ditahbiskan dan diresmikan pada Senin (22/12/2025). Pentahbisan ini menjadi momentum penting dan penuh makna rohani bagi seluruh jemaat di Halmahera Utara.
Prosesi pentahbisan berlangsung dalam suasana iman yang khidmat dan penuh penghayatan rohani, sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam setiap tahapan pembangunan rumah ibadah tersebut. Gereja ini diharapkan menjadi pusat persekutuan umat dan penguatan kehidupan iman jemaat.
Ibadah pentahbisan diwarnai doa, pujian, dan pengharapan, yang menegaskan fungsi gereja sebagai tempat memuliakan nama Tuhan serta mempererat persaudaraan umat. Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Halmahera Utara, pimpinan daerah, pelayan gereja, tokoh masyarakat, jemaat, serta tamu undangan lainnya.
Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, dalam sambutannya mengajak seluruh umat Kristen untuk menjadikan Gereja Jemaat Imanuel Gamsungi sebagai pusat pembinaan iman, kasih, dan pelayanan kepada sesama. Ia juga mengimbau masyarakat agar menyambut Natal 2025 dengan penuh damai dan tanggung jawab.
“Kiranya Natal membawa terang dan damai sejahtera bagi kita semua. Mari kita jaga keamanan, persaudaraan, dan kebersamaan dalam menyambut Natal dan Tahun Baru 2026,” ujar Piet Hein Babua.
Sementara itu, Ketua Sinode GMIH, Pdt. Dr. Demianus Ice, menegaskan bahwa gereja tidak hanya dimaknai sebagai bangunan fisik, melainkan sebagai persekutuan umat yang hidup dalam kasih Kristus. Pentahbisan ini, menurutnya, menjadi panggilan bagi jemaat untuk semakin setia melayani Tuhan dan sesama.
“Gereja ini hendaknya menjadi tempat doa, penguatan iman, dan sumber berkat bagi masyarakat sekitar, di mana kasih Kristus diwujudkan melalui pelayanan dan kepedulian,” ungkap Demianus Ice.
Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga disampaikan kepada Haji Robert atas dukungannya terhadap pembangunan gereja dengan nilai anggaran sekitar Rp10 miliar. Meski berhalangan hadir dan diwakili Deputy Director of Operation (DDO)/KTT NHM, Rara Dodo Lawolo, dukungan tersebut dinilai sebagai wujud nyata nilai toleransi, kemanusiaan, dan kasih, serta diharapkan menjadikan gereja ini simbol persatuan dan damai sejahtera bagi masyarakat Halmahera Utara.
__Tim/Red__




